Hilangkah Tradisi Bercerita?

*Dari #EduStory bersama @IDcerita
Senin 10 Oktober 2011

Mau gabung #EduStory @IDcerita malam ini. Temanya “Hilangnya Tradisi Bercerita”. Benarkah demikian?

Saya masih percaya betul, tradisi bercerita masih ada, tetapi banyak yang berubah bentuk, lebih digital.

Sekarang sudah banyak buku dongeng singkat 7 menit yang mudah dibacakan orang tua atau pengasuh untuk anak-anak.

Dongeng dalam bentuk digital, rekaman, juga mudah diunduh di internet. Warga kota pasti mudah mengakses ini.

Gimana dengan di daerah? Sejumlah tradisi bercerita lisan masih dipertahankan dalam bentuk kesenian daerah atau dongeng simbah.

Beragam sastra lisan adalah bentuk #EduStory juga. Didong, wayang, makyong, atau teater rakyat contohnya.

Sastra lisan ini kebanyakan diperdengarkan untuk usia dewasa, tapi tak jarang juga khusus diperdengarkan untuk anak-anak.

Di Papua, ada “mop” yaitu tradisi bercerita di depan orang-orang, biasanya lelucon. Anak-anak juga sering melakukan ini.

Intinya sih saya percaya diri, tradisi bercerita akan terus ada, selama masih banyak yang peduli pada pendidikan.

One thought on “Hilangkah Tradisi Bercerita?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *