Belajar Sejarah di TKP

Saat berkunjung ke Kota Lama, Semarang, kemarin, saya hanya berkeliling tanpa mendapatkan informasi yang cukup banyak. Padahal ada banyak bangunan lama yang menarik sekali. Tentu juga ada kisah sejarah yang menarik pula untuk didengar. Anak-anak sekolah seharusnya bisa belajar dari lingkungan seperti ini. Pelajaran sejarah misalnya, tentu akan lebih seru jika diadakan langsung di lokasinya. Saya jadi berpikir, bagaimana ya cara agar tempat bersejarah di suatu kota bisa bermanfaat lebih untuk pendidikan anak?

Ada beberapa yang saya pikirkan waktu itu.
* Mendongeng di bangunan tua
Orang tua atau guru bisa mendongengkan kisah bersejarah dengan lebih dramatis jika dilakukan di lokasi kejadian. Sebaiknya orang tua/guru mencari data dahulu tentang cerita sejarah yang akan disampaikan. Misalnya, cerita diniatkan untuk menjawab kenapa Gedung Marabunta di Kota Lama Semarang memiliki dua semut besar di atap bangunannya? Nah, pencerita bisa buku cerita atau boneka semut sebagai alat peraga untuk anak di usia TK dan SD. Untuk kelompok yang lebih besar, boleh juga undang pendongeng terkenal untuk bercerita dengan cara yang tentu menarik.

* Anak di usia SMP dan SMA bisa diminta mencari data tentang peristiwa bersejarah yang terkait dengan tempat tersebut. Cari dulu data di buku-buku atau di internet, buat ringkasannya lalu datang bersama kelas ke lokasi cerita. Presentasikan hasil temuan riset sebelumnya di sana. Tentu rasanya akan lebih menarik daripada sekadar presentasi di kelas, kan?

* Murid SMP dan SMA bisa juga ditantang untuk membuat proyek menarik tentang tempat sejarah. Misalnya melakukan rally foto atau film pendek bersama kelompok kelas. Hasilnya akan dibuat pameran dan ditonton di sekolah. Atau ajak murid membantu pemerintah daerah untuk membuat booklet informasi wisata tentang tempat-tempat bersejarah. Tentu lebih asyik belajar dan menghasilkan kreasi nyata untuk daerah kita.

Tentu ada ide lain ya? Yuk, berbagi!

One thought on “Belajar Sejarah di TKP”

  1. Setuju! Bisa juga mengajak siswa menjadi “wartawan” atau penulis artikel jalan2 (detil tugas disampaikan terlebih dahulu di kelas sebelum pergi ke TKP). Kembali ke sekolah, susun tulisan/temuan2 menarik dalam bentuk koran cetak, majalah, atau blog 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *