Guna Pelawak

Pelawak

Saya mudah kagum pada analisis murid yang berbeda dari kebanyakan jawaban murid lainnya. Ini adalah salah satu contohnya. Anastasia Shierly (kelas 11) menuliskan ini ketika menganalisis cerpen “Klown dengan Lelaki Berkaki Satu” karya Ratna Indraswari Ibrahim. Apa guna pelawak di dunia ini? Ini jawabnya.

“Menjadi seorang pelawak tidak harus dijadikan profesi. Kelucuan seorang pelawak adalah manifestasi sederhana dari relaksasi. Jika tidak ada pelawak sama sekali di dunia, dunia akan menjadi lebih muram dan diisi hanya oleh hal-hal yang artifisial dan kosong. Hiburan memang dapat ditemukan dalam bentuk yang lain, namun tidak sesederhana sebuah tawa.”

Menceritakan Cerpen

Saya punya satu contoh aktivitas yang bisa digunakan untuk melihat kemampuan murid membaca cerpen dengan intensif.┬áSaya tulis tiap-tiap langkah agar mudah ditiru, ya. ­čÖé

1. Guru memilih sebuah kumpulan cerpen yang akan dibaca murid di kelas. Yang sudah saya lakukan adalah saya ajak murid kelas 10 membaca buku Cerpen Pilihan Kompas 2009.

IMG-20130222-03879

2. Pilih sejumlah cerpen yang akan dianalisis. Bagi kelas menjadi sejumlah kelompok dan beri satu cerpen yang berbeda.

3. Murid akan diajak membuat poster yang berisi hasil pembacaan mereka atas cerpen tersebut. Bagikan karton polos.

4. Guru menjelaskan detil materi yang harus ada dalam poster mereka. Bagikan rubrik penilaian agar murid tahu apa yang harus dicapai.

5. Dalam kelompok, setiap anak berbagi tugas membahas materi isi poster:

Sinopsis; Daya tarik cerpen berdasarkan unsur intrinsik; Nilai-nilai dalam cerpen (nilai sosial, nilai budaya, nilai religi); dan Keterkaitan dengan peristiwa nyata (berita).

6. Beri waktu dalam kelas untuk mengerjakan poster. Bebaskan mereka berkreasi dengan bahan dan desain.

7. Selama mengerjakan poster, murid dipersilakan berdiskusi dengan guru untuk memancing sejauh mana pembacaan mereka terhadap cerpen.

Image

8. Selesai membuat poster, murid kemudian akan mempresentasikan hasil pembacaan mereka di depan kelas. Pastikan murid bisa menjelaskan tulisan mereka dengan berbicara langsung, bukan sekadar membaca ulang tulisan di poster.

9. Murid lain harus menyimak agar murid mendapat informasi dari berbagai cerpen yang berbeda. Murid dari kelompok lain dipersilakan mengajukan pertanyaan dan kelompok di depan sebisa mungkin harus bisa menjawab sendiri sesuai tafsiran mereka.

10. Usai presentasi, poster dipajang di kelas. Guru bisa memberi tambahan tasfir atas cerpen. Murid dipersilakan melihat karya temannya.

IMG-20130221-03871

IMG-20130221-03873