Chika dan TSAD 2015

Bertukar Peran sudah jadi tradisi perayaan Hari Guru di sekolahku. Guru menjadi murid dan murid menjadi guru. Guru akan menyimak kelas dan murid akan mengajar. Ya, termasuk bertukar seragam juga. Tujuannya, supaya murid bisa memahami pekerjaan guru dan bisa mengapresiasi dengan lebih baik. Ini sesuai dengan judul acaranya, Teacher and Staff Appreciation Day.

Tahun ini, kelas Bahasa Indonesia saya diampu oleh Salsabila Chika. Dia mengajar di kelas 10A, bercerita tentang novel Atheis yang sedang kami pelajari. Chika menjelaskan kisah “Kartini dan Anwar di penginapan” sementara teman-temannya mendengarkan. Sesekali ada protes atau celetukan jika Chika menyebutkan apa yang terjadi dengan kode yang samar.

Sambil menjelaskan, Chika meminta teman-temannya untuk mengisi kertas tanggapan membaca (reading response). Ia akan memanggil nama temannya secara acak, dengan metode silang, sehingga mereka selalu awas. Saat ada teman yang berisik sendiri di pojok kelas, Chika memanggil nama mereka sambil melotot matanya. 🙂

Jelas Chika sukses mengajar di hari itu. Tidak semua murid yang jadi guru berhasil mengatur kelas seperti dia (bahkan biasanya di kelas lain si muridguru cuma memberikan free time). Saya hanya memberikan lesson plan lisan dan materi ajar kepadanya dan Chika bisa mengaplikasikanya sendiri.

Mengutip gaya bahasa Hasan dalam Atheis, yang nyata kini ialah bahwa aku sekarang sudah berganti keadaan. Keadaan bahagia sejati. 🙂