Cerita 4 Mei Tahun Ini

Seumur-umur belum pernah merasa sedih saat ulang tahun. Meskipun nggak pernah selalu ada acara khusus, tanggal ultah biasanya aku sambut bahagia. Selalu ada aja keluarga, kumpulan teman, atau murid satu kelas yang membuat tanggal itu jadi raya.

Tahun ini beda. Rasa sedih mulai menekan sejak awal bulan. Entah, rasanya kali ini benar-benar baru melepas masa remaja. Bhay 30, welcome 31. Ada banyak ketakutan dan kecemasan yang datang. Ada banyak keinginan yang dibarengi penderitaan. Ngerti sih teorinya, hidup harus dibawa bersyukur, harus banyak ikhlas, harus banyak bahagia di pikiran, tapi… melaksanakan segala teori itu tidak mudah. Oke, niat bisa kencang di hari ultah, tapi membuatnya kencang sepanjang tahun berjalan itu yang susah.

Lalu, pagi tanggal 3 Mei, aku dipeluk suami. Dia tanya aku mau apa buat ultah besok. Aku cuma bisa jawab dengan tangis. Pagi itu aku datang bulan lagi. Kami berdoa dalam hati masing-masing, dan ditutup dengan ucapannya, “Sabar ya…”

Lalu, pagi ini tanggal 4 Mei. Haru datang lagi ketika buka Fb notifikasi, ada pesan dari murid alumni di negeri seberang. Pengingat lagi bahwa Bapak pernah kasih aku nama sekeren ini.

photo (1)

Lalu subuh pesan singkat dari Bapak datang. “Mengenang peristiwa anak manusia yang lahir di dunia sekarang sudah dewasa. Selamat semoga sehat, selalu murah rizki, doa orang tua selalu mengiringi.” Tangis pecah lagi. Setelah dapat pengingat-pengingat itu, aku yang tadinya mau break berobat kandungan yang sudah jalan dua tahun ini, jadi kembali yakin untuk meneruskan. Oke, sore nanti datang ke dokter obgyn lagi.

Lalu, pagi ini, di ruang kantor guru, nangis lagi ketika ada rekan departemen Bahasa Indonesia yang mengucapkan selamat ulang tahun. Nangis yang beneran nangis! Mereka bingung karena aku dikenal tukang nyengir di sekolah. Sampai akhirnya dipeluk seorang guru Biologi perempuan, yang kepadanya aku harus bercerita dan berguru, bagaimana bisa tegar dan tabah menghadapi hasrat punya bayi. Yeah, hari melodrama.

Lalu, begitu sampai kelas untuk CA time (jam wali kelas), ruang kelas gelap, tidak ada satu pun muridku di sana. Ah, becanda nih. Emang masih jaman ya bikin surprise yang bikin kesel orang yang lagi ultah? Sampai aku kirim pesan di grup line: “I have bad day and you all make it worst.” KZL!  Lalu aku balik ke ruang guru, dan mereka mengejar. Takut takut ketuk pintu, dan ternyata satu kelas datang bawa kue berlilin dan bunga. Ya lalu nangisku kembali PETJAH!  Gemes-gemes gimana gitu lho. Mengutip apa kata salah satu murid paling ndregil, “sebandel-bandelnya kita, masih inget dong kapan tanggal ultah CA (wali kelas)nya!”  Iya, iya, bisaan. :’)

photo (6)
Bunga dari muridku, Rayi, dan pantun nasi uduk. 😀

Itu tadi tangis ke berapa ya? Setelah itu badan capek banget. Kayak habis olahraga, lari pagi keliling kampung Lengkong Karya. Tapi hari ini masih panjang. Tahun ini juga masih panjang. Semoga semangat “HAPPY” di kata happy birthday itu selalu ada. <3

photo 1 (9)
Kue dari murid kelas 10D, yang langsung dicomot-comotin coklatnya. “Kenapa angkanya 1?” tanyaku. Jawab Tika, “Itu tanda 1 tahun kita bersama…” #eaaa #baper
photo 2 (8)
Ini nih kelas 10D yang sok mau kasih kejutan tapi malah bikin baper. Tapi siangnya aku udah ketawa-ketawa lagi sih. :))
photo (7)
Kado dari departemen Bahasa Indonesia HS. Isinya Soe Hok Gie banget. Harus ke gunung segera!  “Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah.”

 

 

 

Tentang Rambut di Toilet

photo (3)

“Cuma mau bilang, yang buang rambut di wastafel tolong dibuang sendiri, dikumpulin + taro di tempat sampah. Do not depend on ISS. It’s your trash.

Thank you,

Whoever you are 🙂

PS: Rambutnya bikin wastafel kesumbat. Kasian ISS.”

 

Ini saya temukan di toilet perempuan di lantai 4 gedung sekolah saya. It’s kinda sweet. Bentuk kepedulian siswa pada pekerja cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan di sekolah.

Kertas ini sudah hampir dua bulan menggantung di tembok. Pernah saya tanya pada ibu petugas kebersihan di situ: kenapa tidak dicopot? Jawabnya sederhana: Nggak apa-apa, saya senang dibantu begini. 🙂

A Note from Lovely Man

 
Ini epic sekali pemirsa! A NOTE FROM DONNY DAMARA! 😄 Iyaa jadi ceritanya ini dikasih murid kelas 10 yang minggu lalu kutugaskan melakukan wawancara.  Johan, Farrell, dan Andra dari kelas 10F, mereka ketemu Donny Damara di Citos dan mengajukan pertanyaan yang sudah disiapkan. Donny sudah kasih pesan sebelumnya, ia ingin ditanya pertanyaan yang “nggak standar”. Jadilah tiga murid saya degdegan seru menyiapkan pertanyaan panduan. Setelah ketemu Donny langsung, Johan bilang, “Ternyata Om Donny orangnya baik banget. Asyik. Seru. Jadi nggak takut lagi ngobrolnya.”

Nah, pengalaman belajar ini yang saya harap terjadi. Dan benar telah tercipta. Senang rasanya. Apalagi dapat note cantik dari Mister Lovely Man itu. 🙂